Penyakit HIV dan Aids

Friday, June 15th, 2012 - Gaya Hidup

Penyakit AIDSPenyakit HIV dan Aids – Baru sekilas mendengar namanya saja sudah ngeri yach. Yach penyakit HIV dan Aids ini memang menjadi momok setiap manusia. Lalu apa yang dimaksud dengan penyakit HIV dan Aids?

HIV (human immunodeficiency virus) merupakan retrovirus yang akan menjangkiti sel-sel dari sistem kekebalan tubuh manusia dan juga menghancurkan fungsinya. Jika Anda terinfeksi dengan virus ini maka system kekebalan tubuh Anda menjadi terus menurun seiring perkembangan waktu. Sehingga dapat mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.Defisiensi disini berarti system kekebalan tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya untuk memerangi penyakit-penyakit yang ada di dalam tubuh. Jika kekebalan tubuhnya dedisien maka lebih rentan terhadap penyakit.

Lalu apakah yang dimaksud dengan AIDS? AIDS atau ‘acquired immunodeficiency syndrome’ merupakan suatu jenis penyakit dimana menurunnya sistem kekebalan tubuh. HIV sebagai virus penyebab AIDS. Hamper sebagian besar orang yang telah terinfeksi HIV ini tidak merasakan gejala awal. Pada umumnya beberapa orang mengalami gangguan kelenjar yang menimbulkan efek seperti deman dengan disertai panas tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi, dan pembengkakan pada limpa, yang dapat terjadi pada saat seroconversion. Seroconversion adalah pembentukan antibodi akibat HIV yang biasanya terjadi antara enam minggu dan tiga bulan setelah terjadinya infeksi.

Untuk mengetahui penyakit HIV dan Aids ini ada beberapa tahapan infeksi. Dimana WHO (World Health Organization)  telah mengidentifikasi dan membaginya menjadi beberapa kelompok, seperti:

  • Tahap I penyakit HIV, penderita tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai AIDS.
  • Tahap II (meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernafasan bagian atas yang tak sembuh- sembuh)
  • Tahap III (meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru), atau
  • Tahap IV (meliputi Toksoplasmosis pada otak, Kandidiasis pada saluran tenggorokan (oesophagus), saluran pernafasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru dan Sarkoma Kaposi). Penyakit HIV digunakan sebagai indikator AIDS.

Sebagian besar keadaan ini merupakan infeksi oportunistik yang apabila diderita oleh orang yang sehat, dapat diobati. Ada banyak cara penularan dari penyakit HIV dan Aids ini yaitu melalui:

  • Darah  – seperti melalui Tranfusi darah, terkena darah hiv+ pada kulit yang terluka,  jarum suntik, dsb
  • Air Susu Ibu / ASI – Bayi minum asi dari wanita hiv+, Laki-laki meminum susu asi pasangannya, dan lain sebagainya.

Sedangkan cairan Tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ adalah Air liur / air ludah, kotoran, Air mata, Air keringat dan urine.

Semoga dengan pengetahuan mengenai penyakit hiv dan aids membantu kita agar lebih menjaga kesehatan badan dan selalu setia dengan pasangan. Anda juga dapat membaca artikel lain seperti penyakit gagal ginjal dan penyakit jantung koroner.

Penyakit HIV dan Aids | Berita Terkini | 4.5