Situs Agen Poker Online

poker

poker dengan jackpot terbesar

agen judi terpercaya

poker dengan jackpot terbesar
Agen Poker Online
poker online
POKER88


Kontes Seo CM303 Bandar Taruhan Agen Judi Bola Online Terpercaya Dan Terbesar Di Indonesia

Membayar Zakat Fitrah Sesuai Tuntunan Syariat Islam


Tuntunan Membayar Zakat Fitrah

Membayar Zakat Fitrah Sesuai Tuntunan Syariat Islam – Setelah membahas mengenai Hukum dan Syarat Zakat Fitrah Sesuai Tuntunan Syariat Islam kali ini kami akan membahas mengenai membayar zakat fitrah sesuai tuntunan syariat islam. Pada dasarnya hikmah dari zakat fitrah itu sendiri adalah untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang kurang mampu. Dimana moment saat itu adalah sedang merayakan hari Raya Idul Fitri, maka zakat dapat digunakan sebagai barang yang paling diperlukan dalam hidup, yaitu makanan.

Berikut adalah syarat-syarat benda yang digunakan sebagai zakat fitrah adalah :

a. Berupa bahan makanan.

Berdasarkan Madzab Syafi’i, benda yang digunakan untuk zakat fitrah harus berupa makanan (bukan uang). Karena pada masa itu pada saat hari raya makanan pokok adalah mayoritas kebutuhan penduduk daerah tersebut. Namun jika ada beberapa makanan pokok yang terlaku, maka boleh menggunakan salah satu dari jenis makanan tersebut.

b. Sejenis

Bahan makanan yang digunakan zakat fitrah harus sejenis, tidak campuran. Misalnya, jenis beras, jenis gandum, jenis jagung dan lain-lain. Oleh sebab itu, tidak boleh menggunakan makanan pokok campuran, seperti beras campur jagung, beras campur gandum dan lain-lain.

c. Dikeluarkan ditempat orang yang dizakati.

Jika tempat dan standart makanan pokok dari orang yang dizakati dengan orang yang menzakati berbeda, maka jenis makanan pokok yang digunakan zakat dan tempat memberikannya disesuaikan dengan daerahnya orang yang dizakati. Sebagai contoh, seorang ayah yang berada didaerah Kediri dengan makanan pokok beras, menzakati anaknya yang berada di Madura dengan makanan pokok jagung. Maka makanan pokok yang digunakan untuk zakat adalah jagung dan diberikan pada golongan penerima zakat di Madura.

d. Satu sho’ untuk setiap orang.

Makanan pokok yang dikeluarkan sebagai zakat fitrah kadarnya adalah satu sho’. Sebagaimana telah disebutkan dalam hadits Rasulullah. Satu sho’ tersebut kurang lebih 2.5 Kg, namun ada pula yang mengatakan bahwa satu sho’ sama dengan 2.75 Kg. namun agar lebih hati-hati kita mengambil pendapat ulama yang mengatakan  satu sho’ adalah 3 Kg. Apabila makanan/harta “yang lebih” jumlahnya kurang dari satu sho’, maka tetap wajib dikeluarkan sebagai zakat fitrah. Dan hukumnya tetap sah, walaupun kurang dari satu sho’.

Dalam membayar zakat fitrah maka ada waktu yang digunakan untuk Membayar Zakat Fitrah Sesuai Tuntunan Syariat Islam. Untuk orang yang masih hidup disebagian bulan Romadlon dan bulan Syawal wajib mengeluarkan zakat fitrah (untuk dirinya sendiri) atau dizakat fitrahi oleh orang yang berkewajiban menanggung nafkahnya atau oleh orang lain dengan seidzin orang yang dizakati. Berikut adalah waktu mengeluarkan / memberikan zakat fitrah terbagi menjadi 5, yaitu :

  • Waktu jawaz. Yaitu, mulai awal bulan Romadlon sampai awal bulan Syawal (waktu wajib). Artinya, zakat fitrah boleh diberikan sejak memasuki bulan Romadlon, bukan waktu sebelum Romadlon.
  • Waktu Wajib. Yaitu, sejak akhir Romadlon (menemui sebagian bulan Romadlon) sampai 1 Syawal (menemui sebagian bulan Syawal). Oleh sebab itu, orang. yang meninggal setelah Magribnya 1 Syawal wajib dizakati, sedangkan bayi yang lahir setelah Magribnya 1 Syawal tidak wajib dizakati.
  • Waktu sunnah. Yaitu, setelah fajar dan sebelum sholat hari raya Idul Fitri 1 Syawal.
  • Waktu Makruh. Yaitu, setelah sholat Idul Fitri sampai tenggelamnya matahari pada tanggal 1 Syawal. Mengeluarkan zaakat fitrah setefah sholat hari raya hukumnya makruh, apabila tidak ada udzur. Oleh sebab itu, apabila pengakhiran tersebut karena ada udzur, seperti menanti kerabat atau orang yang lebih membutuhkan, maka hukumnya tidak makruh.
  • Waktu haram. Yaitu, setelah tenggelamnya matahari pada tanggal 1 Syawal. Mengakhirkan zakat fitrah sehingga keluar dan 1 Syawal hukumnya haram apabila tanpa udzur. Jika pengakhiran tersebut karena udzur, seperti menunggu hartanya yang tidak ada ditempat, atau menunggu orang yang berhak menerima zakat, maka hukumnya tidak haram. Sedangkan status dari zakat fitrah yang dikeluarkan setelah 1 Syawal adalah qodlo’.

Demikian beberapa cara Membayar Zakat Fitrah Sesuai Tuntunan Syariat Islam, semoga dapat menambah wawasan Anda.

About the Author

Comments are closed.